Friday, December 21, 2018

Perih Kenikmatan Ditahan Mbak Lala




JURAGANQQ - Bekerja sebagai auditor di perusahaan swasta memang sangat melelahkan. Tenaga, pikiran, semuanya terkuras. Apalagi kalau ada masalah keuangan yang rumit dan harus segera diselesaikan.


Mau tidak mau, aku harus mencurahkan perhatian ekstra. Akibat dari tekanan pekerjaan yang demikian itu membuatku akrab dengan gemerlapnya dunia malam terutama jika weekend. Biasanya bareng teman sekantor aku berkaraoke untuk melepaskan beban. Kadang di ‘Manhattan’, kadang di ‘White House’, dan selanjutnya, benar-benar malam untuk menumpahkan “beban”. Maklum, aku sudah berkeluarga dan punya seorang anak, tetapi mereka kutinggalkan di kampung karena istriku punya usaha dagang di sana.

Tapi lama kelamaan semua itu membuatku bosan. Ya..di Jakarta ini, walaupun aku merantau, ternyata aku punya banyak saudara dan karena kesibukan (alasan klise) aku tidak sempat berkomunikasi dengan mereka. Akhirnya kuputuskan untuk menelepon Mas Adit, sepupuku. Kami pun bercanda ria, karena lama sekali kami tidak kontak. Mas Adit bekerja di salah satu perusahaan minyak asing, dan saat itu dia kasih tau kalau minggu depan ditugaskan perusahaannya ke tengah laut, mengantar logistik sekaligus membantu perbaikan salah satu peralatan rig yang rusak. Dan dia memintaku untuk menemani keluarganya kalau aku tidak keberatan. Sebenernya aku males banget, karena rumah Mas Adit cukup jauh dari tempat kostku Aku di bilangan Ciledug, sedangkan Mas Adit di Bekasi. Tapi entah mengapa aku mengiyakan saja permintaannya, karena kupikir-pikir sekalian silaturahmi. Maklum, lama sekali tidak jumpa.

Hari Jumat minggu berikutnya aku ditelepon Mas Adit untuk memastikan bahwa aku jadi menginap di rumahnya. Sebab kata Mas Adit istrinya, Mbak Lala, senang kalau aku mau datang. Hitung-hitung buat teman ngobrol dan teman main anak-anaknya. Mereka berdua sudah punya anak laki-laki dua orang. Yang sulung kelas 4 SD, dan yang bungsu kelas 1 SD. Usia Mas Adit 40 tahun dan Mbak Lala 38 tahun. Aku sendiri 30 tahun. Jadi tidak beda jauh amat dengan mereka. Apalagi kata Mbak Lala, aku sudah lama sekali tidak berkunjung ke rumahnya. Terutama semenjak aku bekerja di Jakarta ini Ya, tiga tahun lebih aku tidak berjumpa mereka. Paling-paling cuma lewat telepon.

Setelah makan siang, aku telepon Mbak Lala, janjian pulang bareng Kami janjian di stasiun, karena Mbak Lala biasa pulang naik kereta. “kalau naik bis macet banget. Lagian sampe rumahnya terlalu malem”, begitu alasan Mbak Lala. Dan jam 17.00 aku bertemu Mbak Lala di stasiun. Tak lama, kereta yang ditunggu pun datang. Cukup penuh, tapi aku dan Mbak masih bisa berdiri dengan nyaman. Kamipun asyik bercerita, seolah tidak mempedulikan kiri kanan.

Tapi hal itu ternyata tidak berlangsung lama Lepas stasiun J, kereta benar-benar penuh. Mau tidak mau posisiku bergeser dan berhadapan dengan Mbak Lala. Inilah yang kutakutkan..! Beberapa kali, karena goyangan kereta, dada montok Mbak Lala menyentuh dadaku. Ahh..darahku rasanya berdesir, dan mukaku berubah agak pias. Rupanya Mbak Lala melihat perubahanku dan ?ini konyolnya- dia mengubah posisi dengan membelakangiku. Alamaakk.. siksaanku bertambah..! Karena sempitnya ruangan, si “itong”-ku menyentuh pantatnya yang bulat manggairahkan. Aku hanya bisa berdoa semoga “itong” tidak bangun. Kamipun tetap mengobrol dan bercerita untuk membunuh waktu. Tapi, namanya laki-laki normal apalgi ditambah gesekan-gesekan yang ritmis, mau tidak mau bangun juga “itong”-ku. Makin lama makin keras, dan aku yakin Mbak Lala bisa merasakannya di balik rok mininya itu.

Pikiran ngeresku pun muncul, seandainya aku bisa meremas dada dan pinggulnya yang montok itu.. oh.. betapa nikmatnya. Akhirnya sampai juga kami di Bekasi, dan aku bersyukur karena siksaanku berakhir. Kami kemudian naik angkot, dan sepanjang jalan Mbak Lala diam saja. Sampai dirumah, kami beristirahat, mandi (sendiri-sendiri, loh..) dan kemudian makan malam bersama keponakanku. Selesai makan malam, kami bersantai, dan tak lama kedua keponakanku pun pamit tidur.

“Ndrew, Mbak mau bicara sebentar”, katanya, tegas sekali.
“Iya mbak.. kenapa”, sahutku bertanya. Aku berdebar, karena yakin bahwa Mbak akan memarahiku akibat ketidaksengajaanku di kereta tadi.
“Terus terang aja ya. Mbak tau kok perubahan kamu di kereta. Kamu ngaceng kan?” katanya, dengan nada tertahan seperti menahan rasa jengkel.
“Mbak tidak suka kalau ada laki-laki yang begitu ke perempuan. Itu namanya pelecehan. Tau kamu?!”
“MMm.. maaf, mbak..”, ujarku terbata-bata.
“Saya tidak sengaja. Soalnya kondisi kereta kan penuh banget. Lagian, nempelnya terlalu lama.. ya.. aku tidak tahan”
“Terserah apa kata kamu, yang jelas jangan sampai terulang lagi. Banyak cara untuk mengalihkan pikiran ngeres kamu itu. Paham?!” bentak Mbak Lisa.
“Iya, Mbak. Saya paham. Saya janji tidak ngulangin lagi”
“Ya sudah. Sana, kalau kamu mau main PS. Mbak mau tidur-tiduran dulu. kalau pengen nonton filem masuk aja kamar Mbak.” Sahutnya. Rupanya, tensinya sudah mulai menurun.

Akhirnya aku main PS di ruang tengah. Karena bosan, aku ketok pintu kamarnya. Pengen nonton film. Rupanya Mbak Lala sedang baca novel sambil tiduran. Dia memakai daster panjang. Aku sempat mencuri pandang ke seluruh tubuhnya. Kuakui, walapun punya anak dua, tubuh Mbak Lala betul-betul terpelihara. Maklumlah, modalnya ada. Akupun segera menyetel VCD dan berbaring di karpet, sementara Mbak Lala asyik dengan novelnya.

Entah karena lelah atau sejuknya ruangan, atau karena apa akupun tertidur. Kurang lebih 2 jam, dan aku terbangun. Film telah selesai, Mbak Lala juga sudah tidur. Terdengar dengkuran halusnya. Wah, pasti dia capek banget, pikirku.

Saat aku beranjak dari tiduranku, hendak pindah kamar, aku terkesiap. Posisi tidur Mbak Lala yang agak telungkup ke kiri dengan kaki kana terangkat keatas benar-benar membuat jantungku berdebar. Bagaimana tidak? Di depanku terpampang paha mulus, karena dasternya sedikti tersingkap. Mbak Lala berkulti putih kemerahan, dan warna itu makin membuatku tak karuan. Hatiku tambah berdebar, nafasku mulai memburu.. birahiku pun timbul..

Perlahan, kubelai paha itu.. lembut.. kusingkap daster itu samapi pangkal pahanya.. dan.. AHH.. “itong”-ku mengeras seketika. Mbak Lala ternyata memakai CD mini warna merah.. OHH GOD.. apa yang harus kulakukan.. Aku hanya menelan ludah melihat pantatnya yang tampak menggunung, dan CD itu nyaris seperti G-String. Aku bener-bener terangsang melihat pemandangan indah itu, tapi aku sendiri merasa tidak enak hati, karena Mbak Lala istri sepupuku sendiri, yang mana sebetulnya harus aku temani dan aku lindungi dikala suaminya sedang tidak dirumah.

Namun godaan syahwat memang mengalahkan segalanya. Tak tahan, kusingkap pelan-pelan celana dalamnya, dan tampaklah gundukan memeknya berwarna kemerahan. Aku bingung.. harus kuapakan.. karena aku masih ada rasa was-was, takut, kasihan.. tapi sekali lagi godaan birahi memang dahsyat.Akhirnya pelan-pelan kujilati memek itu dengan rasa was-was takut Mbak Lala bangun. Sllrrpp.. mmffhh.. sllrrpp.. ternyata memeknya lezat juga, ditambah pubic hair Mbak Lala yang sedikit, sehingga hidungku tidak geli bahkan leluasa menikmati aroma memeknya.

Entah setan apa yang menguasai diriku, tahu-tahu aku sudah mencopot seluruh celanaku. Setelah “itong”-ku kubasahi dengan ludahku, segera kubenamkan ke memek Mbak Lala. Agak susah juga, karena posisinya itu. Dan aku hasrus ekstra hati-hati supaya dia tidak terbangun. Akhirnya “itongku”-ku berhasil masuk. HH.. hangat rasanya.. sempit.. tapi licin.. seperti piston di dalam silinder. Entah licin karena Mbak Lala mulai horny, atau karena ludah bekas jilatanku.. entahlah. Yang pasti, kugenjot dia.. naik turun pelan lembut.. tapi ternyata nggak sampai lima menit. Aku begitu terpukau dengan keindahan pinggul dan pantatnya, kehalusan kulitnya, sehingga pertahananku jebol. Crroott.. ccrroott.. sseerr.. ssrreett.. kumuntahkan maniku di dalam memek Mbak Lala. Aku merasakan pantatnya sedikit tersentak. Setelah habis maniku, pelan-pelan dengan dag-dig-dug kucabut penisku.

“Mmmhh.. kok dicabut tititnya..” suara Mbak Lala parau karena masih ngantuk.
“Gantian dong..aku juga pengen..”
Aku kaget bukan main. Jantungku tambah keras berdegup.
“Wah.. celaka..”, pikirku.
“Ketahuan, nich..” Benar saja! Mbak Lala mambalikkan badannya. Seketika dia begitu terkejut dan secara refleks menampar pipiku. Rupanya dia baru sadar bahwa yang habis menyetubuhinya bukan Mas Adit, melainkan aku, sepupunya.
“Kurang ajar kamu, Ndrew”, makinya.
“KELUAR KAMU..!”

Aku segera keluar dan masuk kamar tidur tamu. Di dalam kamar aku bener-bener gelisah.. takut.. malu.. apalagi kalau Mbak Lala sampai lapor polisi dengan tuduhan pemerkosaan. Wah.. terbayang jelas di benakku acara Buser.. malunya aku.

Aku mencoba menenangkan diri dengan membaca majalah, buku, apa saja yang bisa membuatku mengantuk. Dan entah berapa lama aku membaca, aku pun akhirnya terlelap. Seolah mimpi, aku merasa “itong”-ku seperti lagi keenakan. Serasa ada yang membelai. Nafas hangat dan lembut menerpa selangkanganku. Perlahan kubuka mata.. dan..

“Mbak Lala..jangan”, pintaku sambil aku menarik tubuhku.
“Ndrew..” sahut Mbak Lala, setengah terkejut.
“Maaf ya, kalau tadi aku marah-marah. Aku bener-bener kaget liat kamu tidak pake celana, ngaceng lagi.”
“Terus, Mbak maunya apa?” taku bertanya kepadaku. Aneh sekali, tadi dia marah-marah, sekarang kok.. jadi begini..
“Terus terang, Ndrew.. habis marah-marah tadi, Mbak bersihin memek dari sperma kamu dan disiram air dingin supaya Mbak tidak ikutan horny. Tapi.. Mbak kebayang-bayang titit kamu. Soalnya Mbak belum pernah ngeliat kayak punya kamu. Imut, tapi di meki Mbak kerasa tuh.” Sahutnya sambil tersenyum.

Dan tanpa menunggu jawabanku, dikulumnya penisku seketika sehingga aku tersentak dibuatnya. Mbak Lala begitu rakus melumat penisku yang ukurannya biasa-biasa saja. Bahkan aku merasakan penisku mentok sampai ke kerongkongannya. Secara refleks, Mbak naik ke bed, menyingkapkan dasternya di mukaku. Posisii kami saat ini 69. Dan, Ya Tuhan, Mbak Lala sudah melepas CD nya. Aku melihat memeknya makin membengkak merah. Labia mayoranya agak menggelambir, seolah menantangku untuk dijilat dan dihisap. Tak kusia-siakan, segera kuserbu dengan bibirku..

“SSshh.. ahh.. Ndrew.. iya.. gitu.. he-eh.. Mmmffhh.. sshh.. aahh” Mbak Lala merintih menahan nikmat. Akupun menikmati memeknya yang ternyata bener-bener becek. Aku suka sekali dengan cairannya.
“Itilnya.. dong.. Ndrew.. mm.. IYAA.. AAHH.. KENA AKU.. AMPUUNN NDREEWW..”
Mbak Lala makin keras merintih dan melenguh. Goyangan pinggulnya makin liar dan tak beraturan. Memeknya makin memerah dan makin becek. Sesekali jariku kumasukkan ke dalamnya sambil terus menghisap clitorisnya. Tapi rupanya kelihaian lidah dan jariku masih kalah dengan kelihaian lidah Mbak Lala. Buktinya aku merasa ada yang mendesak penisku, seolah mau menyembur.

“Mbak.. mau keluar nih..” kataku.
Tapi Mbak Lala tidak mempedulikan ucapanku dan makin ganas mengulum batang penisku. Aku makin tidak tahan dan.. crrootts.. srssrreett.. ssrett.. spermaku muncrat di muutu Mbak Lala. Dengan rakusnya Mbak Lala mengusapkan spermaku ke wajahnya dan menelan sisanya.

“Ndrewww.. kamu ngaceng terus ya.. Mbak belum kebagian nih..” pintanya.
Aku hanya bisa mmeringis menahan geli, karena Mbak Lala melanjutkan mengisap penisku. Anehnya, penisku seperti menuruti kemauan Mbak Lala. Jika tadi langsung lemas, ternyata kali ini penisku dengan mudahnya bangun lagi. Mungkin karena pengaruh lendir memek Mbak Lala sebab pada saat yang sama aku sibuk menikmati itil dan cairan memeknya, aku jadi mudah terangsang lagi.

Tiba-tiba Mbak Lala bangun dan melepaskan dasternya.
“Copot bajumu semua, Ndrew” perintahnya.
Aku menuruti perintahnya dan terperangah melihat pemandangan indah di depanku. Buah dada itu membusung tegak. Kuperkirakan ukurannya 36B. Puting dan ariolanya bersih, merah kecoklatan, sewarna kulitnya. Puting itu benar-benar tegak ke atas seolah menantang kelelakianku untuk mengulumnya. Segera Mbak Lala berlutut di atasku, dan tangannya membimbing penisku ke lubang memeknya yang panas dan basah. Bless.. sshh..
“Aduhh.. Ndrew.. tititmu keras banget yah..” rintihnya.
“kok bisa kayak kayu sih..?”
Mbak Lala dengan buasnya menaikturunkan pantatnya, sesekali diselingi gerkan maju mundur. Bunyi gemerecek akibat memeknya yang basah makin keras. Tak kusia-siakan, kulahap habis kedua putingnya yang menantang, rakus. Mbak Lala makin keras goyangnya, dan aku merasakan tubuh dan memeknya makin panas, nafasnya makin memburu. Makin lama gerakan pinggul Mbak Lala makin cepat, cairan memeknya membanjir, nafasnya memburu dan sesaat kurasakan tubuhnya mengejang.. bergetar hebat.. nafasnynya tertahan.

“MMFF.. SSHSHH.. AAIIHH.. OUUGGHH.. NDREEWW.. MBAK KELUAARR.. AAHHSSHH..”
Mbak Lala menjerit dan mengerang seiring dengan puncak kenikmatan yang telah diraihnya. Memeknya terasa sangat panas dan gerakan pinggulnya demikian liar sehingga aku merasakan penisku seperti dipelintir. Dan akhirnya Mbak Lala roboh di atas dadaku dengan ekspresi wajah penuh kepuasan. Aku tersenyum penuh kemenangan sebab aku masih mampu bertahan..

Tak disangka, setelah istirahat sejenak, Mbak Lala berdiri dan duduk di pinggir spring bed. Kedua kakinya mengangkang, punggungnya agak ditarik ke belakang dan kedua tangannya menyangga tubuhnya.
“Ndrew, ayo cepet masukin lagi. Itil Mbak kok rasanya kenceng lagi..” pintanya setengah memaksa.
Apa boleh buat, kuturuti kemauannya itu. Perlahan penisku kugosok-gosokkan ke bibir memek dan itilnya. Memek Mbak Lala mulai memerah lagi, itilnya langsung menegang, dan lendirnya tampak mambasahi dinding memeknya.
“SShh.. mm.. Ndrew.. kamu jail banget siicchh.. oohh..” rintihnya.
“Masukin aja, yang.. jangan siksa aku, pleeaassee..” rengeknya.

Mendengar dia merintih dan merengek, aku makin bertafsu. Perlahan kumasukkan penisku yang memang masih tegak ke memeknya yang ternyata sangat becek dan terasa panas akibat masih memendam gelora birahi. Kugoyang maju mundur perlahan, sesekali dengan gerakan mencangkul dan memutar. Mbak Lala mulai gelisah, nafasnya makin memburu, tubuhnya makin gemetaran. Tak lupa jari tengahku memainkan dan menggosok clitorisnya yang ternyata benar-benar sekeras dan sebesar kacang. Iseng-iseng kucabut penisku dari liang surganya, dan tampaklah lubang itu menganga kemerahan.. basah sekali..

Gerakan jariku di itilnya makin kupercepat, Mbak Lala makin tidak karuan gerakannya. Kakinya mulai kejang dan gemetaran, demikian pula sekujur tubuhnya mulai bergetar dan mengejang bergantian. Lubang memek itu makin becek, terlihat lendirnya meleleh dengan derasnya, dan segera saja kusambar dengan lidahku.. direguk habis semua lendir yang meleleh. Tentu saja tindakanku ini mengagetkan Mbak Lala, terasa dari pinggulnya yang tersentak keras seiring dengan jilatanku di memeknya.

Kupandangi memek itu lagi, dan aku melihat ada seperti daging kemerahan yang mencuat keluar, bergerinjal berwarna merah seolah-olah hendak keluar dari memeknya. Dan nafas Mbak Lala tiba-tiba tertahan diiringi pekikan kecil.. dan ssrr.. ceerr.. aku merasakan ada cairan hangat muncrat dari memeknya.

“Mbak.. udah keluar?”, tanyaku.
“Beluumm.., Ndreew.. ayo sayang.. masukin kontol kamu.. aku hampir sampaaii..” erangnya.
Rupanya Mbak Lala sampai terkencing-kencing menahan nikmat.

Akibat pemandangan itu aku merasa ada yang mendesak ingin keluar dari penisku, dan segera saja kugocek Mbak Lala sekuat tenaga dan secepat aku mampu, sampai akhirnya..

“NDREEWW.. AKU KELUAARR.. OOHH.. SAYANG.. MMHH.. AAGGHH.. UUFF..”, Mbak Lala menjerit dan mengerang tidak karuan sambil mengejang-ngejang.
Bola matanya tampak memutih, dan aku merasa jepitan di penisku begitu kuat. Akhirnya bobol juga pertahananku..

“Mbak.. aku mau muncrat nich..” kataku.
“Keluarin sayang.. ayo sayang, keluarin di dalem.. aku pengen kehangatan spermamu sekali lagi..” pintanya sambil menggoyangkan pinggulnya, menepuk pantatku dan meremas pinggulnya.
Seketika itu juga.. Jrruuoott.. jrroott.. srroott..
“Mbaakk.. MBAAKK.. OOGGHH.. AKU MUNCRAT MBAAKK..” aku berteriak.
“Hmm.. ayo sayang.. keluarkan semua.. habiskan semua.. nikmati, sayang.. ayo.. oohh.. hangat.. hangat sekali spermamu di rahimku.. mmhh..” desah Mbak Lala manja menggairahkan.
Akupun terkulai diatas tubuh moleknya dengan nafas satu dua. Benar-benar malam jahanam yang melelahkan sekaligus malam surgawi.

“Ndrew, makasih ya.. kamu bisa melepaskan hasratku..” Mbak Lala tersenyum puas sekali..
“He-eh.. Mbak.. aku juga..” balasku.
“Aku juga makasih boleh menikmati tubuh Mbak. Terus terang, sejak ngeliat Mbak, aku pengen bersetubuh dengan Mbak. Tapi aku sadar itu tak mungkin terjadi. Gimana dengan keluarga kita kalau sampai tahu.”
“Waahh.. kurang ajar juga kau ya..” kata Mbak Lala sambil memencet hidungku.
“Aku tidak nyangka kalau adik sepupuku ini pikirannya ngesex melulu. Tapi, sekarang impian kamu jadi kenyataan kan?”
“Iya, Mbak. Makasih banget.. aku boleh menikmati semua bagian tubuh Mbak.” Jawabku.
“Kamu pengalaman pertamaku, Ndrew. Maksud Mbak, ini pertama kali Mbak bersetubuh dengan laki-laki selain Mas Adit. tidak ada yang aneh kok. Titit Mas Adit jauh lebih besar dari punya kamu. Mas Adit juga perkasa, soalnya Mbak berkali-kali keluar kalau lagi join sama masmu itu” sahutnya.
“Terus, kok keliatan puas banget? Cari variasi ya?” aku bertanya.
“Ini pertama kalinya aku sampai terkencing-kencing menahan nikmatnya gesekan jari dan tititmu itu. Suer, baru kali ini Mbak sampai pipisin kamu segala. Kamu nggak jijik?”
“Ooohh.. itu toh..? Kenapa harus jijik? Justru aku makin horny..” aku tersenyum.

Kami berpelukan dan akhirnya terlelap. Kulihat senyum tersungging di bibir Mbak Lalaku tersayang..

























Loginsite : juraganqq.org

BBM : 33449B3B / E3876151
LINE: juraganqq_official
WA : +6281231809745












Cincin Saturnus Akan Hilang



JURAGANQQ - Bayangkan melihat Saturnus tanpa cincin yang menjadi ciri khasnya. Mungkin akan terasa aneh, tapi menurut NASA itu bakal terjadi di masa depan.


NASA, melalui penelitian terbarunya, mengungkap bahwa cincin Saturnus mulai pudar pada skala yang mengkhawatirkan. Hal ini berdasarkan observasi yang dilakukan oleh Voyager 1 dan Voyager 2 sebelum keduanya sukses menembus lapisan terluar Tata Surya.

Cincin yang jumlahnya tidak hanya satu itu kini mulai tertarik semakin dalam ke Saturnus karena gravitasi. Cincin yang sejatinya partikel-partikel es ini memang bisa mempertahankan bentuknya menyerupai perhiasan jari lantaran pengaruh medan magnet Saturnus.

Lantas, berapa lama lagi sampai cincin Saturnus benar-benar hilang? Badan antariksa Amerika Serikat ini pun juga sudah punya jawabannya.

"Kami memperkirakan cincin ini terus kehilangan kandungan air setara volume kolam renang standar Olimpiade setiap 30 menit. Dari situ, seluruh sistem cincin ini akan hilang dalam 300 juta tahun," ujar James O'Donoghue dari NASA Goddard Space Flight Center.

"Walau begitu, jika ditambah dengan hasil pengukuran yang dilakukan Cassioni terhadap material cincin yang terdeteksi jatuh ke khatulistiwa Saturnus, maka cincin tersebut hanya punya waktu kurang dari 100 juta tahun," katanya menambahkan.

Menurut O'Donoghue, kurun waktu tersebut relatif singkat. Hal ini merujuk pada usia Saturnus yang sudah lebih dari 4 miliar tahun.

"Kita beruntung bisa melihat sistem cincin Saturnus yang muncul pada kisaran pertengahan masa hidupnya. Omong-omong, jika cincin itu sifatnya sementara, maka kita mungkin kelewatan untuk melihat sistem cincin besar milik Jupiter, Uranus, dan Neptunus yang saat ini hanya berupa cincin tipis saja," tutur O'Donoghue.

Sekadar info, sistem cincin Saturnus terdiri dari beberapa lapisan. Jika dirunut dari dalam, ada cincin D, cincin C, cincin B, Cassini Division, cincin A, cincin F, cincin G, dan cincin E.

Cassini Division adalah jarak selebar 4.700 kilometer yang memisahkan cincin B dan cincin A. Selain itu, jarak masing-masing cincin relatif cukup dekat.

Sistem cincin ini diketahui menghujani Saturnus dengan berbagai material yang bobotnya berkisar di antara 4.800 kg hingga 45.000 kg setiap detik. Hal ini berdasarkan data yang dikirim pesawat antariksa Cassini pasca ia 'bunuh diri' dengan menyelami atmosfer Saturnus sebagai tanda akhir misinya.




















Loginsite: juraganqq.org

BBM : 33449B3B / E3876151
LINE: juraganqq_official
WA : +6281231809745










Monday, December 17, 2018

Ketika DI Suruh Ibu Mengasih Berkas Ke Tante Tyas



JURAGANQQ - Di depan rumahku ada seorang ibu muda yang sebenarnya tidak cantik tapi sangat menarik. Dia sudah bersuami dan mempunyai 1 anak


Umurnya kira-kira antara 28 - 30 tahunan tapi wajah dan bodinya kelihatan lebih muda 10 tahun. Sebut saja namanya tante Tyas. Tante Tyas ini bekerja di instansi pemerintah di mana ibuku juga bekerja di sana, jadi mereka teman sekantor.

Kisah ini berawal seringnya aku disuruh oleh mamaku untuk menyerahkan berkas-berkas pekerjaan kepada tante Tyas. Sehingga aku pun menjadi akrab dengannya.

Pada malam itu seperti biasanya mama menyuruhku ke tempat rumah tante Tyas untuk menyerahkan berkas-berkas pekerjaan tersebut, sekalian aku berpamitan keluar untuk bermain.
Kuketuk pintu rumahnya beberapa kali sampai capek ku menunggu di depan rumahnya.

Kok kelihatan sepi, apa pada bepergian, tapi mobilnya tante Tyas ada di garasi, gumamku dalam hati. Tak lama kemudian pintu dibuka oleh wanita muda kira-kira umurnya 20 tahunan yang ternyata adalah pembantunya tante Tyas.
“Tante Tyas-nya ada mbak Arum”, tanyaku padanya.
“Oh ada dik Miki, masuk dulu tante Tyas masih mandi”, kata mbak Arum sambil menyalakan lampu ruang tamu.
Aku duduk termenung sendirian dan untuk yang kesekian kalinya aku meminum sirup dingin yang sedari tadi disuguhkan oleh mbak Arum. 5 menit kemudian dari ruang tengah tampak tante Tyas keluar dari kamar mandinya dengan tubuh cuma ditutup oleh handuk.
“Wow padat juga tubuhnya ya,” kataku dalam hati.
“Eh dik Miki, udah lama ya nunggunya”.
Aku masih tetap terpaku melihat tubuhnya yang indah dan padat berisi yang tidak tertutup seluruhnya oleh handuk tersebut.
“Dik, lihat apa’an sih kok cuman bengong?”
“Eh anu……. ‘te lihat….. susu eh lihat paha ding…. eh nggak lihat apa-apa kok ‘te”, jawabku kebingungan.
“Dik Miki ini ada-ada saja. Disuruh ibu ya, di kamar tante saja ya nyerahin berkasnya, tante tunggu lho!”
Aku tambah kebingungan, kok tumben ngomong kayak gituan. Dengan polosnya aku ikuti kata-katanya tadi.

Sampai ku di depan pintu kamarnya ku ketuk pintu itu, dan dari dalam terdengar jawaban untuk menyuruhku masuk. Ku buka pintu kamarnya dengan hati-hati. Setelah ku masuk di kamarnya, betapa kagetnya aku melihat tubuh mulus telanjang tante Tyas telah terlentang menantang di atas ranjang.
“Ini kan yang selama ini kamu bayangkan dan inginkan dariku, ya kan Mik?”
Aku tidak menjawabnya karena aku masih belum sadar dari kebingunganku atas apa yang kulihat di depan mataku sekarang ini.
“Sini Mik, naik ke ranjang puasin tante ya, nggak perlu malu, ini kan yang kamu penginin”
Aku menuruti kata-kata tante Tyas dengan naik ke ranjangnya. Tiba-tiba tanganku dipegangnya lalu diarahkan ke payudaranya yang kira-kira berukuran 34c. Diletakkannya tanganku dan kuremas-remas payudaranya yang sebelah kiri dan kepalaku menciumi dan mejilati payudaranya yang sebelah kanan dengan birahi yang sudah meninggi.
“Oouugghh… oouugghh…. sedot terus Mik …. oouugghh.. digigit dong!!!”, tante Tyas rupanya sudah terlelap dalam birahinya juga. Matanya merem melek menikmati payudaranya yang sedang kunikmati. Tiba-tiba tante Tyas melepaskan bajuku dan menyuruhku untuk terlentang.

Ternyata tante melepaskan juga celanaku dan memlorotkannya dengan nafsu yang bergelora. Seperti apa yang kuharapkan terjadi juga, penisku dilumat-lumatnya, disedotnya sampai gemetar tubuhku dibuatnya. Aku bergelinjangan menahan kenikmatan yang pertama kali aku rasakan.
“Mik, cium dong memek tante!”
Kucium memeknya yang berbulu tipis dan berbau wangi, rupanya tante Tyas merawat milik-nya dengan baik. Tante tyas bergelinjangan, mendesah-desah karena kujilati memeknya. Kumain-mainkan ‘kacang’-nya dengan lidahku dan kadang-kadang kutusuk lobang memek-nya. Tubuhnya semakin kehilangan kendali, semakin kurasakan lembabnya memeknya karena tubuhnya dirangsang dengan hebat.
“Mik tante sudah tidak kuat nih, masukin dong penismu!”
Bleeesss…… bleeesss….. bleeesss…… kusodok-sodok dengan keras dan tante Tyas mengimbanginya dengan goyangan pinggul dan pantatnya.
“Tante, Miki udah mau keluar… uuuhhhh… oooohhh…. uuuuhhh….”
“Tahan Miki… yeaah… ooouuuh… ”
Goyangan tante Tyas semakin liar yang membuat diriku semakin tidak tahan lagi, yang akhirnya… crrooott…. crrooottt….
Dan di dalam memeknya terasa hangat oleh cairan yang membanjir bersamaan dengan bergetarnya tubuh tante Tyas.
“Oouugghh….. ooouuuhhh… yeaahh.. yeaahh… uuhh… aku puas Mik, makasih ya !”
Kuambil bajuku dan kupakaikan meskipun tubuhku penuh keringat yang bercucuran. “Besok temenin tante lagi, ya Mik!”, desah tante Tyas dengan tubuh lemas dan masih bertelanjang.

Sesampaiku di rumah langsung disambut oleh mamaku, aku pun menjadi ketakutan kalau-kalau mamaku tahu apa yang baru saja terjadi. “Darimana saja kamu, main-main saja jadi lupa belajar, sudah sana ke kamar belajar”. Aku pun lega ternyata mamaku tidak tahu, aku pun berlari menuju kamarku sambil tersenyum karena aku telah menikmati apa yang belum aku rasakan sebelumnya.

Setelah kejadian itu, aku dan tante Tyas berbulan-bulan lamanya melakukan affair yang sangat hot. Kami lakukan itu kadang-kadang di rumah tante Tyas, kadang di hotel, kadang pernah juga di rumahku kalau lagi kosong. Pokoknya di mana ada tempat untuk bercinta pasti tidak akan kami lewatkan.

Hingga suatu malam di rumah tante Tyas seperti biasanya aku datang ke rumahnya. Aku langsung disambut mbak Arum, yang aku yakin dia sudah tahu tentang affairku dengan nyonya-nya.
“Masuk aja mas Miki,ibu sudah menuggu dari tadi”, sambutnya dengan ramah. Aku langsung masuk ke kamar tante Tyas dan kubuka langsung celana dan bajuku. Tante Tyas pun melakukan hal yang sama.
“Kok lama sih Mik, tante kan udah kedinginan nih!”, kata tante Tyas dengan manja dan menghampiriku untuk memeluk tubuhku dan menciumi bibirku, memasukkan lidahnya di mulutku sehingga lidahku pun saling ber-“silat lidah”. Sambil kucium ku buka tali BH-nya yang masih melekat di tubuhnya dan lalu kuciumi puting payudaranya yang sudah mengeras. Tante Tyas kubikin merem-melek.
Kudorong tubuhnya ke ranjang lalu kubuka celana dalamnya, langsung kuciumi memeknya yang sudah lembab. Kujilat-jilat naik turun dan kugigit “kacang”nya, begitu seterusnya sambil tanganku meremas-remas payudaranya.
“Ouugghh… oouugh… oouugghh… terus Mik… tante suka seperti ini….. oouuugghh….. yeeaahhh….”.
Dan kubalik arah tubuhku sehingga membentuk angka 69. Tante Tyas melumat-lumat penisku keluar masuk mulutnya dan memainkan lidahnya di “helm” penisku. Juga sesekali dia memainkan lidahnya di “telur” ku dari pangkal sampai ujung. Aku pun semakin terangsang menciumi memek-nya yang semakin membanjir.
“Oohh… uuhh… oouuhh… Mik Tante sudah tidak kuat lagi nih… ouughh… tante mau keluar, Mik”.
“Aku juga ‘te aahhh… uuhh… aku keluarin di dalem mulut ya ‘te.. aahhh… uuuhhh.. aauuhhgg….”
Tubuhku kami semakin menghebat dan kurasakan air maniku keluar deras ke mulutnya. Begitu juga mulutku terasa kemasukan lendir yang warnanya seperti air susu.

Kami pun rebahan saling berpelukan, dan 5 menit kemudian kami melakukan aktifitas senggama yang dari tadi belum kami lakukan. Langsung kumengkangkangkan kakinya sehingga memeknya terlihat jelas dan sangat tepat juga mudah untuk di-“tusuk” oleh penisku yang berukuran 15 cm dalam keadaan menegang.
Bleess… bleesss… keluar masuk penisku di memeknya yang disertai desahan yang menderu deru tante Tyas. “Ouggh… oouuugghh… eemmmmhhh…. uuhhh… yeahh.. uuuhh… yang keras dong Mik…. aahh.. uuhhh.. yeeahh..”. Semakin kurasakan basah di batang penisku, membuatku lebih bernafsu.
Kami pun berganti posisi, aku yang dibawah dan tante Tyas di atas menduduki tubuhku. Goyangan pantat dan pinggulnya kulihat jelas mengocok-ngocok penisku. Merem-melek tante Tyas sambil mendongakkan kepalanya merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Kudorong-dorong pantatku ke atas untuk menyeimbangkan gerakannya yang semakin menggila.
“Oh… oouuhh… Mik… Ouugh… enakkk… ouugh… yeaah… terruuusss….. yeeaahh….”.
“Tante aku mau keluar nih, udah nggak kuat… oogghh… uuuhhhh… mmmhhhh….”
“Tunggu dulu… Miikk…….. mmhhh… yeeaahh… tahan dulu Mikkhh….!”, lirih tante Tyas menahan kenikmatan yang hampir memuncak. 

Goyangan kami pun semakin menggila, ke kanan-kiri, naik-turun dan tiba-tiba tubuh tante Tyas bergetar dan bergelinjang hebat, kurasakan cairan yang hangat dari dalam memek tante Tyas.
“Oouugghh….. uuuhh… uuugghh….. yeaaaahh…. mmmhhhh….. ouugghh yeaahhh…. uuuhhh… mmmmmhhh… aaahhhh…. yeeaahhh… tante sudah keluar Mik, sekarang giliran kamu, cayang!”
Kulepas penisku dan langsung diraih oleh tangannya tante Tyas untuk dimasukkan ke mulutnya, dikocok-kocok oleh tangannya yang lembut lalu dimasukkan lagi ke mulutnya, dimain-mainkan oleh lidahnya. Tidak lama kemudian maniku pun keluar. Crooott…. crooottt….. crooottt…. kusiramkan ke wajah tante Tyas dan dia menjilatinya dengan nikmat seperti menjilati es krim yang sudah mencair. Kita berdua pun tergelepar dengan keringat yang masih bercucuran setelah sedikit bekerja keras untuk mendapatkan satu kenikmatan. Tubuh kami yang masih bertelanjang saling berpelukan dan saling menciumi bibir dengan mesra.























Loginsite : juraganqq.org

BBM : 33449B3B / E3876151
LINE: juraganqq_official
WA : +6281231809745














Gua Kristal di Kupang, Favorit Turis Asing



JURAGANQQ - Kupang Barat - Bicara destinasi wisata di Kupang, Gua Kristal jadi salah satunya. Objek wisata ini pun cukup digemari di kalangan turis mancanegara.


Berlokasi di Desa Solok, Kupang Barat, traveler dapat menjumpai Gua Kristal atau yang oleh penduduk lokal disebut Gua Amnesi. Jaraknya cukup lumayan dari pusat kota, sekitar 20 Km atau hampir sejam perjalanan darat dengan menggunakan roda empat. detikTravel bersama rekan media lain pun sempat berkunjung ke tempat ini atas undangan Media Site Visit dan Collaborative Destination Development Angkasa Pura I, Minggu (10/12/2018).

Mencapai tempat ini bisa dibilang susah-susah gampang. Baiknya Anda menyewa jasa pemandu lokal untuk mencapainya. Setiba di lokasi yang ditandai dengan papan, traveler masih harus berjalan sekitar 500 meter untuk mencapai pintu gua. Namun, traveler juga perlu memberi biaya seiklhasnya pada penjaga gua. Mengingat gua ini berada di kebun warga dan masih dikelola secara swadaya.

Tiba di mulut gua, perjuangan pun baru dimulai. Untuk mencapai dasar Gua Kristal, kamu harus trekking menuruni batuan karst yang sedikit licin. Kondisi pun dipersulit dengan kondisi gua yang masih minim penerangan. Sehingga Anda dituntut untuk turun sambil memegang senter. Harus ekstra hati-hati. Bisa juga meminta tolong pada penjaga yang standby di lokasi.



Namun, perjuangan untuk turun ke dasar gua akan terbayar oleh keindahan yang menanti. Sebuah kolam luas nan indah dengan kedalaman yang bervariasi terpampang jelas di hadapan. Airnya pun begitu jernih dan berkilau layaknya kristal, apalagi setelah terkena efek pantulan cahaya senter.

Melihat keindahannya, saya pun tergoda untuk main air. Sempat menyelam, saya merasai kalau air di gua ini sedikit terasa asin seperti air laut. Hal itu ternyata disebabkan karena lokasinya yang berhubungan langsung dengan pantai. Sehingga air tawar dari gua bercampur dengan air laut membentuk air payau. Terlepas dari itu, airnya sangat menyegarkan. Terlebih mengingat panasnya udara Kupang siang itu.

Bersamaan dengan detikTravel, ada juga pengunjung lain yang didominasi oleh penduduk lokal Kupang. Salah satunya adalah Imanuel yang datang bersama rekan-rekannya.

"Dengar sudah 3 tahun, tapi baru sekali di sini. Dikatakan airnya asin tapi air tawar. Diimbangi keindahan kristal stalagtit di atasnya ini," ujar Imanuel.



Pertama kali datang, Imanuel tak segan untuk mencoba lompat dari salah satu sisi batuan ke dasar kolam. Sekali lompat dua kali lompat, saya dibuat ngeri akan aksi dan keberaniannya. Mengingat kepala gua dihiasi oleh stalagtit keras nan tajam. Toh aksinya berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Mendebarkan juga, hangat tapi lama-lama dingin juga (air di kolam-red)," ujarnya.

Fakta menarik lainnya, Gua Kristal ternyata kerap dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Hal itu diungkapkan oleh salah satu penjaga gua bernama Yan.

"Banyak juga bule ke sini. Dari luar ada Jepang, Thailand, Filipina, Korea juga. Barat-barat dari Australia, Amerika," kata dia.


Ditambahkan juga oleh Yan, kalau aslinya gua tersebut bernama Amnesi. Namun, oleh orang asing disebut sebagai Gua Kristal karena karakteristik kolamnya yang unik. Tak sedikit juga turis asing yang menyebutnya demikian di media sosial. Biasanya turis-turis itu datang pada waktu tertentu.

"Biasa summer, sekitar Juni sampai Agustus," papar Yan.

Yan juga mengungkapkan, kalau waktu terbaik untuk datang ke Gua Kristal adalah di pagi hari sebelum siang. Alasannya adalah sinar matahari yang mengarah ke dalam gua.

"Bagus jam 9.00 sampai 11.00 WITA. Itu matahari lagi bagus-bagusnya," ujar Yan.

Hanya perlu diingat, fasilitas yang ada di Gua Kristal masih sangat minim dan apa adanya. Di luar gua hanya terdapat satu bedeng sederhana yang multi fungsi. Namun, sudah ada penjaga yang bisa dimintai tolong. Jangan lupa memberi tips sebagai ucapan terima kasih. Gua ini buka dari pagi sampai sore hari























Loginsite : juraganqq.org

BBM : 33449B3B / E3876151
LINE: juraganqq_official
WA : +6281231809745
















Friday, December 7, 2018

Jangan Dikupas, Kulit 4 Buah Ini Justru Mengandung Banyak Zat Baik Bagi Tubuh





JURAGANQQ - Buah memiliki manfaat yang beragam. Kebanyakan orang mengkonsumsi buah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat secara alami.

Namun, ketika memakan buah-buahan segar sering kali kita membuang kulitnya karena merasa sudah tidak terpakai. Tetapi ternyata kulit buah jenis tertentu justru memiliki manfaat bagi kesehatan.


Manfaat mengonsumsi kulit buah itu mulai dari mencegah kanker hingga mengobati penyakit lain.

berikut empat buah yang sebaiknya tak Anda kupas bagian kulitnya:


1. Apel



Apel adalah buah yang mengandung antioksidan dan fitonutrien yang baik bagi tubuh. Namun, itu semua tidak akan terjadi apabila Anda mengupas kulitnya.

Sifat antioksidan kulit apel membantu dalam melawan penyakit Alzheimer dan masalah degeneratif lainnya.

Kulitnya juga mengandung sebagian besar serat dan vitamin, yang penting untuk kesehatan kita. Kulit apel mengandung senyawa yang disebut triterpenoids, yang menurunkan risiko kanker.



2. Pir


Buah yang satu ini juga nikmat dimakan. Banyak orang cenderung mengupas kulit dan memakan daging buahnya saja.

Jika Anda mengupas kulitnya, maka Anda justru akan kehilangan serat dan nutrisinya. Kulit buah ini penuh dengan nutrisi yang berharga.

Bahkan, kandungan serat lebih banyak di kulit dibanding daging buahnya. Kulitnya juga mengandung fitonutrien antioksidan dan anti-inflamasi, jadi sebaiknya tidak mengupasnya.



3. Sawo


Buah ini memiliki banyak manfaat kesehatan bila dimakan bersama kulit.

Dalam buah sawo, mengandung vitamin yang dapat menjaga kesehatan. Manfaat yang dirasa adalah memperbaiki sistem pencernaan karena diperkaya dengan kalium.

Tak hanya kalium, zat lain yang juga terkandung adalah zat besi, folat, dan asam pantotenat. Jadi, lebih baik Anda memilikinya tanpa mengupas kulit.



4. Plums



Sama seperti apel dan pear, buah plum juga mengandung antioksidan yang disebut asam klorogenat.

Selain itu, buah ini juga mengandung sumber vitamin-C yang baik. Plum sangat bagus untuk menghilangkan sembelit dan masalah pencernaan saat dimakan dengan kulitnya.

























Loginsite : juraganqq.org

BBM : 33449B3B / E3876151
LINE: juraganqq_official
WA : +6281231809745














Manfaat menonton film horor bagi kesehatan



JURAGANQQ - Menonton bioskop adalah hobi bagi sebagian orang. Jenis film yang disukai masing-masing orang juga berbeda, mulai dari komedi, aksi, drama, hingga horor.

Khusus untuk film horor, umumnya penyukanya adalah mereka yang memiliki keberanian lebih atau bukan penakut. Pasalnya, setelah menonton film horor umumnya kita sering terbayang hal yang ditonton dalam film tersebut. Bahkan, sebagian orang sering bermimpi buruk pascamenonton film horor.

Tapi, ternyata menonton film horor juga bermanfaat untuk kesehatan? Berikut manfaat menonton film horor bagi kesehatan 

#Membakar kalori
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 oleh Universitas Westminster di Inggris meminta 10 orang untuk menonton film-film menakutkan yang berbeda. Denyut jantung, keluaran karbon dioksida, dan asupan oksigen dari orang-orang ini dimonitor ketika mereka menonton film.

Orang yang menonton film paling menakutkan itu panik dan melompat beberapa kali, yang menyebabkan pembakaran sekitar 184 kalori. Jumlah ini setara dengan kalori yang dibakar dengan berjalan selama 40 menit.

Penyebabnya adalah pelepasan rangsangan stres, yang menyebabkan pelepasan hormon adrenalin. Ini membuat jantung berdetak yang menarik energi cadangan dari tubuh.

#Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Journal Stress mengungkapkan bahwa menonton film yang menakutkan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk jangka pendek dengan meningkatkan sirkulasi darah dan sel darah putih (melawan infeksi).


#Meningkatkan suasana hati 
Getaran rangsangan negatif meningkatkan suasana hati secara signifikan, kata seorang sosiolog. Orang merasa kurang cemas, kurang frustasi, dan bahagia setelah menonton film seram.

#Lebih berani
Orang-orang yang tidak merasakan sensasi setelah menonton film seram tidak akan mengalami manfaat yang disebutkan di atas. Untuk menikmati manfaat dari film yang menakutkan, seseorang perlu merasa takut saat menontonnya.

#Menghilangkan kecemasan
Beberapa film seram mungkin meninggalkan pengalaman yang menakutkan pada anak-anak. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan di Amerika Serikat, 26 persen siswa masih memiliki ketakutan masa kecil yang tersisa setelah menonton film yang menakutkan. Ketakutan ini bisa berkurang ketika mereka berani menghadapinya dan menghilangkan kecemasan itu sendiri dengan menonton ulang film horor.























Loginsite : juraganqq.org


BBM : 33449B3B / E3876151
LINE: juraganqq_official
WA : +6281231809745